Virtual Reality, Augmented Reality, Fintech dan Qris

 A. Virtual  Reality (VR)

1. Pengertian Virtual Reality

Secara etimologi, istilah "Virtual Reality" berasal dari dua kata bahasa Inggris: 
  • Virtual: Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ini memiliki arti "secara nyata", "mirip atau sangat mirip dengan sesuatu yang dijelaskan", atau "tampil/hadir dengan menggunakan perangkat lunak komputer". Secara harfiah, ini merujuk pada sesuatu yang bukan fisik tetapi dapat dirasakan atau dialami seolah-olah nyata.
  • Reality: Berarti kenyataan, hal-hal nyata yang terjadi dalam kehidupan
Jadi, secara etimologis, VR merujuk pada suatu "kenyataan yang dibuat seolah-olah nyata" atau "realitas maya". Istilah "virtual reality".

Secara terminologi, VR adalah sebuah teknologi yang menciptakan lingkungan simulasi digital yang imersif dan interaktif, yang dirasakan pengguna seolah-olah nyata. 

Sebelum adanya Virtual Reality, bermain game hanya memanfaatkan konsol seperti Nintendo atau PlayStation dengan layar televisi sebagai media utama. Namun, dengan kemajuan teknologi, era Virtual Reality (VR) telah merambah pasar Indonesia dengan pesat. Kini, teknologi ini tidak hanya digunakan untuk bermain games, tetapi juga menjadi alat pembelajaran yang efektif, terutama untuk anak usia dini. Selain itu VR menciptakan pengalaman yang mendalam dan imersif, mengangkat pengguna dari dunia nyata ke dunia maya yang memukau. Teknologi ini menggunakan perangkat keras seperti headset VR untuk menciptakan lingkungan visual 3D yang tampak seakan nyata.

2. Kelebihan dan Kekurangan Virtual Reality

Adapun kelebihan pada Virtual Reality  diantaranya:

  • Pengalaman Imersif yang Mendalam

VR memiliki kekuatan untuk menciptakan pengalaman yang sepenuhnya imersif. Dengan VR, pengguna dapat menjelajahi dunia yang tak terbatas, berinteraksi dengan lingkungan virtual, dan merasakan sensasi yang mendalam.

  • Efektif untuk Pembelajaran dan Pelatihan

Dapat melakukan pembelajaran imersif dalam lingkungan yang interaktif. Pengguna dapat menjelajahi dunia maya dalam segala aspeknya.

  • Simulasi Tanpa Risiko
Teknologi VR memungkinkan simulasi untuk pelatihan berbahaya seperti penerbangan pesawat atau operasi medis tanpa risiko nyata.

Selain Kelebihan, Virtual Reality juga memiliki kekurangan diantaranya:

  • Biaya Tinggi
Perangkat VR, seperti headset dan komputer yang kuat, dapat sangat mahal.

  • Keterbatasan Perangkat
Perangkat VR yang besar dan berat dapat mengurangi kenyamanan pengguna dalam penggunaan jangka panjang.

  • Masalah Kesehatan Mental
VR dapat mempengaruhi mental penggunanya karena tidak bisa membedakan mana dunia nyata dan dunia virtual. VR dapat membuat penggunanya mengalami perasaan kehilangan realitas dan perasaan isolasi saat berinteraksi dengan dunia buatan.

3. Contoh Virtual Reality dalam Berbagai Bidang

  • Hiburan dan Gaming

VR digunakan dalam industri hiburan untuk memberikan pengalaman yang lebih imersif kepada pengguna. Sebagai contoh, game VR seperti "The Walking Dead: Saints and Sinners" dan "Beat Saber" memungkinkan pengguna untuk terlibat langsung dalam pengalaman game.

  • Pariwisata

VR juga dapat dimanfaatkan dalam industri pariwisata. Teknologi ini akan memberikan pengalaman yang lebih imersif bagi pengunjung. Sebagai contoh, aplikasi "The VR Museum of Fine Art" memungkinkan pengguna untuk mengunjungi museum seni di seluruh dunia serta melihat beragam karya seni dalam versi tiga dimensi.
  • Medis

Dalam dunia medis, VR biasanya dimanfaatkan untuk mendiagnosis dan merawat pasien. Misalnya, pada aplikasi Brave Mind, pasien dapat dihadapkan pada situasi yang memicu stres dan trauma. Ini dimanfaatkan untuk mengidentifikasi penyebab stres dan trauma, sehingga tenaga medis bisa memilih langkah penanganan yang tepat

B. Augmented Reality (AR)



1. Pengertian Augmented Reality

Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan informasi digital yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata secara real-time. AR memungkinkan pengguna melihat objek maya 2D atau 3D yang diproyeksikan di atas dunia nyata.

2. Kelebihan dan Kekurangan Augmented Reality

Adapun kelebihan pada Augmented Reality diantaranya:

  • Aksesibilitas Mudah

Memungkinkan pembelajaran secara individual dan meningkatkan proses pembelajaran. Augmented Reality menawarkan aplikasi yang terus mengalami peningkatan.

  • Tidak Memerlukan Perangkat Mahal
AR dapat diakses melalui smartphone biasa tanpa memerlukan perangkat khusus yang mahal seperti VR.

  • Mudah Dioperasikan

Mudah dioperasikan dan tidak memerlukan pembelajaran yang rumit.

Selain Kelebihan, Virtual Reality juga memiliki kekurangan diantaranya:

  • Kualitas Gambar Kurang Maksimal

Hasil yang terkadang terlihat kurang nyata. Objek dari teknologi AR yang ditempatkan di dunia nyata, akan terlihat tidak terlalu sesuai dengan objek aslinya.

  • Masalah Privasi dan Keamanan

AR mengumpulkan banyak data tentang lingkungan sekitar, termasuk lokasi dan informasi visual yang dapat menimbulkan kekhawatiran terkait privasi.

3. Contoh Augmented Reality dalam bidang

  • Hiburan dan Gaming
Augment Reality menciptakan permainan interaktif yang menggabungkan dunia nyata dan virtual. Sebagai contohnya, pokémon GO memungkinkan objek virtual ke dalam tampilan dunia nyata bagi penggunanya.
  • Medis

Menciptakan yang menampilkan organ vital di atas tubuh pasien saat operasi, aplikasi fisioterapi interaktif, atau kacamata pintar untuk melatih penderita autisme mengidentifikasi emosi. Sebagai contohnya, CT scan/MRI

  • Sosial Media
Augmented Reality (AR) membuat aplikasi yang menampilkan furnitur 3D untuk menikmati di dalam media sosial pada para penggunanya. Sebagai contohnya, Filter Snapchat, Instagram (IG), Tiktok.

Perbedaan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) 

Seperti pengertian yang diatas dapat kita simpulkan bahwasannya Virtual Reality dan Augmented Reality berbeda, Virtual reality memiliki konsep menciptakan dunia digital yang sepenuhnya imersif dengan mengasingkan para penggunanya dengan dunia nyata. Sedangkan Augemented Reality sendiri memiliki konsep menggabungkan informasi digital dengan dunia nyata tanpa mengasingkan para penggunanya dengan dunia nyatanya. Selain itu, penggunaan vr harus memiliki headset vr yang khusus untuk merasakan berada di dalam dunia virtual. Sedangkan, ar tidak harus memiliki headset khusus dalam menggunakan nya.

C. QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD ( QRIS)

1. Pengertian Qris

Quick Response Code Indonesian Standard disingkat QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), dengan menggunakan QR code. QRIS adalah standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia.QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia (BI) agar proses transaksi dengan kode QR ini menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

2. Peran dan Fungsi Qris

Qris memiliki peran dan fungsi yaitu membuat transaksi lebih mudah melalui penggunaan satu QR code untuk semua aplikasi pembayaran, tidak hanya itu Qris juga mencatat transaksi lebih mudah dan rapi, serta tersimpan dalam sistem dan serta menghindari terjadinya penipuan yang memakai uang palsu sebagai alat pembayaran.

D. FINANCIAL TECHNOLOGY (FINTECH)

1. Pengertian Financial Technology

Fintech merupakan singkatan dari financial technology, yang merujuk pada inovasi teknologi yang dikembangkan di sektor keuangan agar transaksi keuangan menjadi lebih praktis, mudah, dan efisien.Fintech adalah sebuah inovasi teknologi yang dimanfaatkan dalam industri keuangan agar segala transaksi finansial dapat dilakukan dengan praktis, mudah, cepat dan efektif.

2. Contoh Financial Technology (Fintech) 

  • Dompet Digital ( E- Wallet)
Memfasilitasi pembayaran non-tunai, transfer, dan pembayaran tagihan. Contohnya, Dana, Ovo, Gopay.
  • Investasi
Memfasilitasi pembayaran non-tunai, transfer, dan pembayaran tagihan. Contohnya, Bibit, Ajaib, Stockbit, Bareksa
  • Bank Digital
Memudahkan layanan perbankan sepenuhnya digital tanpa kantor cabang fisik. Contohnya, Bank Jago, SeaBank, Allo Bank, Jenius.

E. DATA MINING

1. Pengertian Data Mining

Data Mining adalah proses pengolahan dan analisis data dalam jumlah besar untuk menemukan pola, hubungan, atau informasi tersembunyi yang sebelumnya tidak terlihat secara langsung. Data yang diolah biasanya berasal dari database, data transaksi, atau data digital lainnya, kemudian diolah menggunakan teknik statistik, matematika, dan kecerdasan buatan agar bisa menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Dengan kata lain, data mining bertujuan mengubah data mentah menjadi pengetahuan yang bernilai. Menurut Han dan Kamber, data mining adalah proses menemukan pola yang menarik dan pengetahuan yang berguna dari kumpulan data dalam jumlah besar. Pola tersebut dapat digunakan untuk memprediksi, mengelompokkan, atau memahami perilaku tertentu.

2. Contoh Penerapan Data mining

  • Bidang Bisnis dan Penjualan

Toko online menggunakan data mining untuk menganalisis riwayat pembelian pelanggan. Dari hasil analisis tersebut, sistem dapat merekomendasikan produk yang sesuai dengan minat pelanggan

  • Bidang Pendidikan
Sekolah atau universitas memanfaatkan data mining untuk menganalisis data nilai mahasiswa guna memprediksi risiko mahasiswa yang berpotensi tidak lulus tepat waktu.

REFERENSI

  1. Aprilianto, M. R., & Rahmawati, M. (2021). Transformasi pembelajaran melalui virtual reality dan augmented reality. Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia, 3(1), 45–54.
  2. Anggreni, N. P. R., Putra, I. M. D., & Wijaya, I. K. A. (2022). Implementasi augmented reality dalam pencarian buku referensi berbasis Android. ELKOM: Jurnal Elektronika dan Komputer, 15(2), 98–105
  3. Pramudiono, I. (2006). Pengantar data mining: Konsep dan aplikasi. ANDI Offset.
  4. Rahayu, S. M. (2019). Peran financial technology dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 3(4), 300–312.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGANTAR PENDIDIKAN PANCASILA

Ciri-ciri teks eksplanasi